Nicahae

Nicahae

  • Home
  • Event
  • About
  • Categories
    • Life
      • Healed
      • Hope
      • Hopeless
      • Society
    • Love
      • Broken
      • Hope
      • Hopeless
      • Romantic
    • Self
    • Poem
    • Poetry
  • Contact Us

Life

Love

Self


Contemplating my dinner plate—
bacon, ginger, potatoes, shrimp,
with salt and pepper scattered thin.

Time keeps ticking, for nothing.

It’s getting cold,
grease clings to little cute plastic-ceramic curves.

Yet who cares if it looks fine,
when no one sees?
Blaming the oxygen it takes,
the spaces it occupies.
Who cares when no one
ever expected someone—
someone who could knock it off,
call it back to the table,
pull it from the line
where it’s always the one
left behind with nothing?

Time’s ticking, rising again.
Contemplating my dinner plate,
and whatever comes next.



Hai, aku peri kecil yang terbang di langit, bertemankan bulan.

Aku kira, jika kugenggam erat bulan itu, ia takkan pergi.


Ternyata aku salah..

justru ia tersakiti.

Berkali-kali cahaya merahnya menyala,

dan aku takut,

ia akan hilang dan tak kembali lagi.


Akhirnya, kulepaskan genggaman itu.

Kubiarkan ia melayang bebas di jagat raya,

datang dan pergi dengan anggunnya.


Pernah suatu waktu aku bertanya,

“Siapakah orang yang paling kau cinta?”

Dengan senyum lembut, ia menjawab,

“Kaulah orang yang paling kucinta, peri kecilku.”


Aku terbang menari dengan serbuk peri,

berkilau indah bak kupu-kupu

yang mengelilingi aku dan dirinya.


Tak pernah aku sebahagia ini,

meski beberapa keyakinanku harus runtuh

demi melepas genggaman yang dulu begitu erat.


Kututurkan kalimat-kalimat kasih,

yang kuharap dapat memeluknya di malam yang dingin,

dan menemaninya saat hinggap dibalik matahari.


Dan, wahai Semesta…

jika aku bisa hidup kembali,

berapa pun kalinya,

kuharap aku selalu menjadi pasangannya.



- Nicahae

I stood in the kitchen with a towel wrapped around me, thinking of how the sun could slip into my heart and make the day brighter. Time drifted on, my blood flowing like a river, calling me to heal. I let the ache linger, then slowly set it down, tossing it into the bin where it belonged. I told myself I was glad, glad I no longer had to carry the weight of someone else, glad to move only with my own steps, to think only with my own mind, and to let the light belong to me. -Nicahae


You’re the sun and moon, 

a perfect combined, 

glow in my heart and mind. 

Joy and blessings are ours, 

but time seems rushed, 

fleeting moments we can’t hush.


- Nicahae, 1 December 2024

Terisolasi dalam rangka emas.

Rapat sekali, tak bercelah.

Tampak indah dan mewah dari kejauhan.

Semua orang memandangnya dengan gembira,

mata yang berbinar.


Terisolasi dalam rangka emas.

Tak bisa kurasakan apapun.

Tak ada bising yang terdengar.

Perasaanku yang bilang,

kalau orang sedang girang.


Dengan kekuatan penuh,

kuangkat sedikit rangka emas yang berat itu.

Benar saja, semua orang sedang bergembira.

Aku tak kuasa menahannya,

apalagi membuka rangka itu seutuhnya.


Terisolasi dalam rangka emas.

Ku kira akulah pemenangnya.

Orang kira, akulah yang paling bahagia.

Berada dalam rangka emas, pujaan semua manusia.


- Nicahae

Older Posts Home

Unveiling Beauty Through Poetic Harmony 🦋

Poem
Poetry

ABOUT NICA

I adore writing and savoring life's gentle pace, finding excitement in studying and the magic of books. By embracing mindfulness, I see beauty in every little detail of the world around me.

SUBSCRIBE & FOLLOW

POPULAR POSTS

  • Contact Us
  • Endless Rhyme of Love
  • (Not yet)
  • Howling Fears of Dogs
  • Rangka Emas

Categories

  • Alabiyu 2
  • Broken 5
  • Healed 5
  • Hope 7
  • Hopeless 4
  • Life 12
  • Love 17
  • Peri & Bulan 1
  • Poem 24
  • Poetry 9
  • Romantic 1
  • Self 1
  • Self-love 2
  • Society 5

Advertisement

Powered by Blogger

Search This Blog

rindupdate

Much Love,

Advertisement

Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates